Kamera dan Lensa
Dorongan untuk membeli kamera dan lensa
Koleksi kamera jadul. Awas jamuran!
Foto Silvio Coelho – Wikimedia Commons
Memang, kalau sudah kecanduan belanja, sulit disembuhkan, apalagi kalau limit kartu kredit dan ada tawaran cicilan 0% masih ada. Meski sebenarnya saya tidak membutuhkan kamera atau lensa baru, tapi saya selalu berusaha meyakinkan diri saya sendiri dengan berbagai alasan bahwa saya perlu peralatan baru tersebut.
Di tahun ini, saya berusaha menekan dorongan untuk membeli yang baru-baru. Dan usaha saya bisa dibilang lumayan, meskipun belanjaan tetap ada saja, tapi tidak sebanyak tahun lalu. Salah satu belanjaan tahun ini adalah kamera Canon 650D, yang memang dibutuhkan untuk kupas tuntas kamera DSLR Canon dan saat gak ada kelas, kameranya dipakai istri saya. Tahun ini, jumlah belanja saya hanya setengahnya tahun lalu. Tahun ini saya juga menjual dua kamera bekas yaitu Sony NEX 6 dan Canon 550D sehingga net pengeluarannya relatif rendah.
Lima-enam tahun yang lalu, belanja fotografi saya lebih banyak lagi. Setengah dari belanjaan dipakai untuk bekerja, setengahnya sekedar ingin coba-coba saja. Positifnya saya jadi bisa kenal banyak kamera, lensa dan bisa membuat review. Tapi gak enaknya adalah waktu dan uang di bank menguap dalam waktu singkat. Sebagian besar juga saya jual lagi karena gak cocok dan jarang dipakai.
Sebenarnya, sebelum berangkat tour fotografi Kamboja akhir November ini, saya tertarik membeli lensa lagi, yaitu Nikkor 70-200mm f/4 VR yang ukurannya ringkas dan optiknya tajam. Harganya sekitar 15 juta. Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, sepertinya gak perlu, karena saya sudah punya lensa Sigma 70-200mm f/2.8 Macro HSM yang agak berat (1.5 kg) tapi kualitasnya oke
Belajar dari tahun ini saya ingin berbagi tips sebelum berbelanja
- Cari tau dan tanya-tanya dulu secara mendalam tentang kamera, lensa, atau aksesoris yang ingin dibeli. Apakah cocok? Seringkali, kamera dan lensa termahal belum tentu cocok dan praktis digunakan.
- Renungkan apakah dorongan untuk membeli itu karena kebutuhan atau keinginan sesaat. Jangan terburu-buru, tunggu sekitar dua minggu. Jika dorongan itu melemah atau menghilang, kemungkinan besar dorongan membeli hanya hasrat sesaat.
- Diskusi dengan istri sering membantu. Saya sering menanyakan Iesan yang sifatnya lebih hati-hati dan hemat dari saya. Biasanya dia bisa memberi input yang bagus.
- Jangan beli kamera atau lensa yang baru diluncurkan. Tunggulah sekitar 3-4 bulan. Karena kadang-kadang yang baru diluncurkan bermasalah. Contohnya Nikon D600 yang saya beli tahun lalu ternyata bermasalah dengan partikel oli dan debu di sensor gambar. Waktu itu saya buru-buru membeli D600 yang baru dikeluarkan tanpa diskusi dulu dengan istri karena sedang pulang kampung.
- Bersyukur dengan peralatan yang sudah dimiliki, sambil membayangkan betapa semangatnya saat Anda membeli kamera/lensa dan mengunakannya untuk pertama kalinya.
- Manfaatkan dulu yang sudah ada, keterbatasan gear kita akan merangsang kreativitas dan semakin kita investasikan waktu ke fotografi, semakin sedikit kita memikirkan untuk membeli gear baru.
- Jika kita sudah punya kamera/lensa, dan ternyata tidak cocok, atau jarang dipakai, daripada duduk manis di lemari mengumpulkan debu dan jamuran, pertimbangkan untuk menjualnya, terutama kamera yang harganya terus menurun.
0 komentar:
Posting Komentar